Pentingnya Proses Roguing Dalam Penangkaran Padi untuk Menjaga Mutu Benih
BARITO TIMUR – BRMP Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya proses roguing atau seleksi tanaman menyimpang dalam penangkaran padi. Hal ini disampaikan kepada para petani penangkar, khususnya Kelompok Tani Penangkar Karau Mandiri Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (9/9/2025) tersebut berlangsung di lahan penangkaran padi Karau Mandiri yang bekerja sama dengan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BRMP Kalimantan Tengah.
Roguing merupakan tahapan vital untuk menjamin mutu benih. Proses ini memastikan hanya tanaman dengan sifat unggul dan sesuai varietas yang dipertahankan. Sementara itu, tanaman yang menunjukkan penyimpangan, baik dari bentuk, tinggi, warna daun, umur, maupun hasil malai, harus segera dicabut dan dimusnahkan.
Pelaksanaan roguing idealnya dilakukan tiga kali selama masa pertumbuhan padi: Pada fase vegetatif untuk menghilangkan penyimpangan fisik awal, saat fase berbunga, ketika perbedaan umur berbunga dan bentuk malai mulai tampak, menjelang panen, guna memastikan keseragaman warna gabah dan tingkat kematangan.
Salah satu penangkar, Yuritinda, menyampaikan pengalaman positifnya. “Sejak disiplin menerapkan roguing, benih yang kami hasilkan tidak hanya lulus sertifikasi, tetapi juga semakin diminati pasar,” ujarnya.
Dengan konsistensi petani dalam menerapkan seleksi ini, BRMP Kalimantan Tengah optimistis kualitas benih padi Indonesia dapat terus meningkat. Upaya ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat produksi pangan nasional, dimulai dari benih yang bermutu, murni, dan terpercaya.